5/07/2019

Teks Artikel (Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh)

Teks Artikel


Pengertian
Pengertian artikel secara umum adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat mendidik atau menghibur.
Pengertian artikel menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar dan sebagainya. Menurut Sumandiri, artikel merupakan tulisan lepas yang berisikan opini atau pendapat seseorang yang mengupas tuntas tentang sebuah masalah yang sifatnya aktual dan biasanya kontroversial dengan tujuan untuk mempengaruhi, memberitahu, meyakinkan dan menghibur para pembaca.
Ciri-Ciri Artikel
Ada beberapa unsur-unsur artikel yang harus ada, seperti kata, kalimat, gaya bahasa, dan isinya. Unsur-unsur yang ada akan membentuk karakteristik artikel yang harus digunakan.
Berikut merupakan unsur dan ciri-ciri artikel secara umum:
  • Isi artikel harus berdasarkan pada fakta yang benar-benar terjadi dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Menggunakan metode penulisan yang tepat dan sistematis agar informasi mudah diterima oleh pembaca.
  • Memiliki sifat faktual dan informatif berdasarkan riset dan hasil penelitian yang telah dilakukan.
  • Bahasa dan kata yang digunakan bersifat resmi dan baku.
  • Dapat mengandung opini dan analisa pemikiran, namun tetap harus dilandasi data dan teori yang valid.
  • Menggunakan ragam kalimat yang lugas, logis, denotatif dan efektif.

Struktur Teks
Bambang Rahino Setokoesoemo (2002: 92-95) menyampaikan bahwa artikel memiliki empat struktur bangunan sebagai berikut:
  1. Pembuka (lead)
    Pembuka adalah alinea pertama pada awal sebuah artikel. Terdiri atas prolog, lead, intro, atau teras yang umumnya disebut dengan pembuka. Bagian kepala ini berisi uraian aktual yang penting untuk dijadikan pijakan pada pembahasan artikel berikutnya. Bagian pembuka ini berisi uraian peristiwa, pernyataan, rangkaian kejadian, kutipan kata bernyali dan sebagainya. Jika kita jeli dalam menguraikan peristiwa atau pernyataan yang akan kita tuangkan dalam artikel, maka akan ada daya tarik tersendiri.
  2. Leher
    Pada bagian ini disambungkan teras dengan isi materi yang akan disajikan dalam artikel. Bagian ini sering disebut sebagai jembatan atau pengait. Isi bagian leher artikel ini menyampaikan pernyataan atau uraian yang mengungkapkan suatu permasalahan. Jelasnya, bagian ini menghubungkan antara kepala dengan perut artikel yang kita rencanakan.
  3. Isi/tubuh
    Bagian isi artikel merupakan bagian yang paling penting dalam proses penulisan artikel, karena di bagian inilah segala permasalahan dituangkan. Bagian ini berupa uraian eksplanasi. Caranya dengan mengungkapkan permasalahan yang ingin dikupas. Usahakan tetap terjaga fokusnya, jangan sampai keluar dari fokus permasalahan.
  4. Alinea Penutup
    Bagian akhir dari artikel biasa disebut antiklimaks, kaki, atau ending dari suatu artikel. Bagian ini berisi kalimat kunci yang merangkum pembahasan kedalam bentuk simpulanyang ringkas dan jelas. Dalam membuat ending yang baik, kita harus mengaitkan kembali teras, prolog, isi, dan materi artikel dengan runtut agar tercapai suatu kesatuan yang utuh. Jangan mengakhiri penulisan artikel dengan simpulan yang bernada normatif, umum, atau menggurui.

Contoh Artikel

Dampak Buruk Junk Food untuk Kesehatan Tubuh

Siapa yang tidak mengenal junk food, pasti semua dan termasuk Anda tahu apa itu junk food. Apa sih itu junk food? Ya, junk food adalah makanan siap saji atau instan, sehingga tidak perlu harus mengolah bumbu dan mencapur bumbu, hanya saja Anda akan langsung tersaji makanan siap saji. Junk fod biasanya terdapat di restoran, Anda hanya akan memilih makanan, langsung makanana pesanan Anda akan dapat. Makanan junk food dinilai sebagian orang lebih efektif terhadap waktu dan mudah ditemukan. Selain itu junk food juga merupakan makanan yang lezat serta harganya yang terjangkau.
Junk food atau yang biasa disebut dengan makanan cepat saji ini sudah berdampak buruk di negara kita ini. Dampak buruknya yakni karena terdapat zat-zat berbahaya didalam makanan instan seperti lilin pada mie instan. Tak hanya itu saja, kenyataannya dalam makanan cepat saji terdapat bahan pengawet dan penyedap makanan yakni micin.
Kata micin sudah tidak asing lagi di era anak muda zaman sekarang, biasanya jika ada seseorang yang sedang mengalami ketidak normalan dalam biasanya bergaul mereka menyebut generasi micin.
Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa keseringan mengknsumsi makanan cepat saji memang tidak berdampak langsung pada tubuh. Namun pada kemudian hari makanan siap saji tersebut akan tertumpuk-tumpuk dalam tubuh hingga menyebabkan penyakit, yakni kanker. Tidak hanya kanker, penyakit lainnya akan muncul seperti stroke, diabetes, ususbuntu, serta gagal ginjal dan lain sebagainya.
Maka dari itu bagi Anda yang sudah terlanjur sering mengonsumsi makanan cepat saji, maka mulai sekarang coba kurangi stok untuk makanan cepat saji. Mulai sayangi tubuhmu, dengan mengurangi maka Anda menolak untuk sakit. Semoga bermanfaat untuk pembaca.


Ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah "Analisis Wacana"
Nama : Moh. Hasan Sarifudin
NIM.1788201078
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia
Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sosial
Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
Disqus Comments

Lainnya